Posted on Leave a comment

TAHUKAH KAMU? Ternyata Mumi Tertua di Dunia Bukan Berasal dari Mesir!

Image by Pixabay

 

Berbicara tentang mumi, kita mungkin berpikir tentang Mesir. Ini karena banyak mumi telah ditemukan di berbagai situs warisan Mesir, seperti piramida.

Selain itu, mumi-mumi Mesir semakin dikenal karena banyaknya film yang disiarkan di sana. Ini bisa membuat banyak orang berpikir bahwa mumifikasi tertua terjadi di Mesir.

Namun, ternyata mumi tertua di dunia bukanlah berasal dari Mesir. Menurut laporan CNN Travel, komunitas Chincorro, yang tinggal di teluk pantai Gurun Atacama sekitar 7000 SM, melakukan pekerjaan sensus. Tempat ini sekarang di negara Chili.



Mereka mengembangkan teknik mumifikasi sekitar 5000 SM. AD, sekitar 2.000 tahun yang lalu sebelum masyarakat Mesir kuno.

Perbedaannya adalah bahwa masyarakat Mesir adalah peradaban kompleks yang membuat mumi raja mereka, sang firaun. Sementara Chinchorro adalah pemburu dan pengumpul pra-keramik untuk membuat mumifikasi menghormati orang mati.

Ditemukan di dekat pantai

Image by tripsavvy

 

Mumi Chili pertama kali ditemukan sekitar satu abad yang lalu oleh arkeolog Jerman Max Uhle. Tempat penemuan dekat pantai Arica, sekarang disebut Chinchorro.

Banyak mumi Chinchorro ditemukan di bukit setinggi sekitar 139 meter, El Morro. Tiga puluh dua mumi dan artefak lainnya kini disimpan di museum kecil Museo de Sitio Colon 10.

Kota modern Arica memang di kuburan komunitas Chinchorro. Tetapi mumi tertua Chincorro ditemukan sekitar 112 kilometer selatan Caleta Camarones, sebuah pantai yang tidak berubah selama 7.000 tahun.

Ada beberapa teknik mumifikasi yang dilakukan oleh komunitas Chinchorro. Teknik pertama adalah mumi alami di mana mumifikasi dilakukan oleh alam. Sejauh ini, sekitar 29% dari 282 mumi Chinchorro adalah hasil dari mumifikasi alami.

Teknik mumifikasi lainnya adalah mumi hitam, mumi merah, mantel lumpur dan teknik perban. Memang, proses mumifikasi menjadi lebih kompleks dari waktu ke waktu.

Dukungan iklim kering

Image by Pixabay

 

Situs tempat mumi tertua berumur sekitar 5.000 tahun digali pada tahun 1978 di Camarones 14. Salah satu alasan kelangsungan hidup mumi adalah iklim yang sangat kering dan salinitas tinggi di dekat pantai.

Kondisi ini sangat cocok untuk melestarikan mumi. Salah satu ancaman nyata saat ini adalah perubahan iklim, yang sering menyebabkan badai hujan. Hujan bisa mengikis lapisan tanah dan membawa mumi ke permukaan.

Sekarang di teluk di sekitar pantai, banyak peninggalan mumi dan artefak Chinchorro telah muncul. Nelayan setempat menutupinya dengan tanah untuk mencegah pencurian serius.

Itu hal terbaik yang bisa dilakukan nelayan. Selain tidak dimasukkan dalam situs Warisan Dunia, tidak ada tempat untuk mumi-mumi ini di Museum Chili. Bahkan, banyak orang tidak tahu jika mumi adalah yang tertua di dunia.

 

Source from Kompas Travel
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *